Rabu, 17 Februari 2016

Analisa PSDM Teknik Industri Undip


                Bidang PSDM merupakan ujung tombak organisasi yang bertugas untuk mencetak generasi penerus HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri) agar tetap eksis menjadi organisasi yang produktif serta tetap dapat konsisten melayani mahasiswa.
            Saat ini kondisi PSDM Teknik Industri sudah cukup bagus atau sesuai dengan pedoman PSDM Universitas, artinya program kerja bidang ini berkisar pada pendidikan mahasiswa baru sesuai dengan alur kaderisasi yang telah digariskan oleh pihak universitas seperti PMB Jurusan, Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) pra-dasar, prosesi mingguan, kegiatan mandiri, presentasi kelayakan, serta pelantikan nantinya. Selain itu bidang ini mampu memberikan manfaat yang lebih demi melanjutkan/ follow up dari kaderisasi baik bagi mahasiswa baru yakni Leadership Training (LT) maupun bagi mahasiswa lama seperti Workshop atau latihan kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
            Adapun kegiatan PMB jurusan yang sesuai dengan pedoman PSDM Universitas adalah pengenalan lingkungan kampus, pengenalan HMJ dan Biro, serta pengenalan sistem birokrasi dan perkuliahan. Kegiatan yang dilakukan setelah PMB adalah program pendampingan (kakak didik), penugasan dalam bidang akademik, penguatan antar angkatan, evaluasi, LKMM PD dan Kegiatan Mandiri. Namun konkretnya belum terealisasi dengan baik atau tidak sesuai dengan pedoman yakni peran kadik (kakak didik) di tiap bidangnya masih kurang serta terdapat materi dalam LKMM PD kurang logis dan tidak tepat sasaran. Selain itu masih terdapat kekurangan-kekurangan yakni kurikulum di jurusan belum terstruktur, sinergitas antar bidang masih kurang, serta ketidaksinkronisasian antara himpunan mahasiswa dengan jurusan/ birokrasi.
            Adapun saran atau strategi yang perlu diperhatikan demi meningkatkan PSDM yang lebih baik adalah antara lain :

  • 1.      Penyusunan konsep kaderisasi harus jelas yakni orientasi, tujuan, dan target sesuai dengan      kebutuhan mahasiswa baru/ kader.
  • 2.   Dibutuhkan pencitraan yang profesional dan pendekatan yang lebih sehingga mengetahui    kondisi mahasiswa baru.
  • 3.   Dengan adanya kegiatan mentor-mentee, diharapkan mampu menggali informasi lebih dari mahasiswa baru serta berbagi ilmu pengetahuan sehingga kakak pendamping mengetahui dengan jelas apa kebutuhan mereka.
  • 4.   Disarankan untuk melaksanakan kegiatan evaluasi setiap minggunya seperti kegiatan Sabtu Ceria dengan tujuan mengetahui progress atau perkembangan dari mahasiswa baru tersebut.
  • 5.  Disarankan untuk melakukan komunikasi dua arah antara subjek kaderisasi dengan pihak birokrasi.
  • 6.      Membuat kurikulum jurusan yang terstruktur sehingga menghasilkan output yang berkualitas.