Bidang PSDM merupakan ujung tombak organisasi yang
bertugas untuk mencetak generasi penerus HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik
Industri) agar tetap eksis menjadi organisasi yang produktif serta tetap dapat
konsisten melayani mahasiswa.
Saat ini kondisi PSDM Teknik Industri sudah cukup bagus
atau sesuai dengan pedoman PSDM Universitas, artinya program kerja bidang ini berkisar
pada pendidikan mahasiswa baru sesuai dengan alur kaderisasi yang telah
digariskan oleh pihak universitas seperti PMB Jurusan, Latihan Keterampilan
Manajemen Mahasiswa (LKMM) pra-dasar, prosesi mingguan, kegiatan mandiri,
presentasi kelayakan, serta pelantikan nantinya. Selain itu bidang ini mampu
memberikan manfaat yang lebih demi melanjutkan/ follow up dari kaderisasi baik
bagi mahasiswa baru yakni Leadership Training (LT) maupun bagi mahasiswa lama
seperti Workshop atau latihan kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas
mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
Adapun kegiatan PMB jurusan yang sesuai dengan pedoman
PSDM Universitas adalah pengenalan lingkungan kampus, pengenalan HMJ dan Biro,
serta pengenalan sistem birokrasi dan perkuliahan. Kegiatan yang dilakukan
setelah PMB adalah program pendampingan (kakak didik), penugasan dalam bidang
akademik, penguatan antar angkatan, evaluasi, LKMM PD dan Kegiatan Mandiri.
Namun konkretnya belum terealisasi dengan baik atau tidak sesuai dengan pedoman
yakni peran kadik (kakak didik) di tiap bidangnya masih kurang serta terdapat
materi dalam LKMM PD kurang logis dan tidak tepat sasaran. Selain itu masih
terdapat kekurangan-kekurangan yakni kurikulum di jurusan belum terstruktur, sinergitas
antar bidang masih kurang, serta ketidaksinkronisasian antara himpunan
mahasiswa dengan jurusan/ birokrasi.
Adapun saran atau strategi yang perlu diperhatikan demi
meningkatkan PSDM yang lebih baik adalah antara lain :
- 1. Penyusunan konsep kaderisasi harus jelas yakni orientasi, tujuan, dan target sesuai dengan kebutuhan mahasiswa baru/ kader.
- 2. Dibutuhkan pencitraan yang profesional dan pendekatan yang lebih sehingga mengetahui kondisi mahasiswa baru.
- 3. Dengan adanya kegiatan mentor-mentee, diharapkan mampu menggali informasi lebih dari mahasiswa baru serta berbagi ilmu pengetahuan sehingga kakak pendamping mengetahui dengan jelas apa kebutuhan mereka.
- 4. Disarankan untuk melaksanakan kegiatan evaluasi setiap minggunya seperti kegiatan Sabtu Ceria dengan tujuan mengetahui progress atau perkembangan dari mahasiswa baru tersebut.
- 5. Disarankan untuk melakukan komunikasi dua arah antara subjek kaderisasi dengan pihak birokrasi.
- 6. Membuat kurikulum jurusan yang terstruktur sehingga menghasilkan output yang berkualitas.